Aku memang sudah melupakanmu.
Bayanganmu sudah aku hapus jauh-jauh dari pikiranku.
Tapi, entah kenapa ada satu hal yang sampai saat ini diam-diam menyelinap dalam ingatanku tanpa izin.
Ya. kenangan kita
Apa kau masih ingat semuanya?
Saat dulu kita saling berbagi cerita?
Saat kita tertawa pada satu hal, entah karena tindakan konyolmu, atau pun tindakan konyolku
Saat kita saling berdiam diri dan memaksa untuk tidak saling menyapa karena hal sepele
Saat kita saling bertatap
Saat kau menghiburku
Saat kita saling memberi semangat
Masih ingatkah kau tentang semuanya?
Atau kau justru memiliki niat untuk menghapus dan tak akan meningatnya lagi?
Apa salah jika tiba-tiba aku merindukanmu seperti ini?
Merindukan segala kebersamaan kita saat masih bersama, dulu?
Apa salah jika sekarang aku berharap hubungan kita masih terjalin baik walaupun sebagai seorang teman?
Apa salah jika aku ingin kembali seperti dulu?
Menjadi seseorang yang dekat denganmu tanpa jarak, seperti saat ini
Atau aku berlebihan?
Kenapa sampai sekarang pertanyaan itu belum bisa ku jawab?
Salahkah? Atau memang tak seharusnya begini?
Aku tahu, kau sudah bahagia dengannya mungkin.
Sedangkan aku?
Ya. lebih baik kau tidak perlu tahu bagaimana keadaanku sebenarnya
Kau hanya perlu tahu, bahwa segalanya masih tetap baik hingga saat ini.
Soal bagaimana sebenarnya perasaanku, biar aku saja yang menyimpannya rapat-rapat.
Kau harus tahu bahwa di sini, ada seorang perepuan tegar yang sedang tersenyum ke arahmu.
Tersenyum, walau berlinang air mata.
Tersenyum karena dia bahagia kau sudah menemukan apa yang kau cari.
Bahagia karena kau juga bahagia.
Walaupun dengan yang lain.
Dia masih tetap diam dalam tempatnya
Menunggumu apabila kau berubah pikiran dan berharap segalanya seperti dulu.
Indah, tak menyisakan luka yang mendalam.
Memang banyak orang yang lebih baik dari saya, tapi saya cuma satu, and I will always be my self and always do my best ☺ WELCOME TO MY BLOG :)
Rabu, 26 Februari 2014
Sampai Nanti
Aku terpaku dalam diamnya malam.
Menatap keindahan langit,
Sembari tetap membayangkan bekas senyummu yang masih tertempel dalam ingatanku.
Rasanya begitu nyata.
Walau selama ini sosokmu begitu abu-abu.
Kadang bisa kuraih, kadang terlalu jauh dan akhirnya pergi.
Sampai kapan terus begini?
Sementara aku tetap diam, dan enggan untuk beranjak.
Karena sekeras apapun aku berusaha untuk lupa, akhirnya kamu tetap memaksa masuk dalam pikiranku.
Kamu tau?
Malam ini, senyumku tak kunjung lepas dari wajah.
Mengingat apa-apa yang kamu lakukan seharian ini di hadapanku.
Membuatku amat bangga, membuatku merasa beruntung bisa mengenal sosok baru yang hebat sepertimu.
Aku tau, tidak seharusnya aku membiarkan hatiku dimasuki dengan segampang ini.
Nyatanya, sebelum kamu, aku mengharuskan setiap orang yang dekat denganku untuk berjuang sebelum mendapatkanku.
Tapi kamu? Entahlah.
Mungkin karena kamu berbeda, dan aku suka.
Jadi dengan gampangnya aku mempersilahkan kamu masuk, walaupun kamu seperti angin. Tidak menentu.
Entah, untuk keberapa kalinya aku harus bersahabat dengan 'sabar'.
Dan entah, untuk keberapa kalinya aku harus berurusan dengan air mata.
Biar saja orang menganggapku cengeng, atau lemah atau sebagainya.
Itu karena mereka tidak tau aku.
Tidak tau tentang kesabaranku saat menunggumu datang dengan senyum yang nyata.
Tidak tau betapa tegarnya aku saat melihat kamu membanggakan orang lain di depanku.
Dan mereka tidak tau betapa kuatnya aku yang sampai saat ini masih bertahan dengan semua, walaupun kadang aku merasa lelah.
Lelah karena kamu tidak peduli.
Lelah karena kamu selalu sibuk dengan duniamu.
Dan lelah karena kamu tidak pernah menatapku.
Untuk sekali lagi, aku hanya bisa tersenyum.
Entah ini senyum karena tulus atau hanya untuk menutupi tangisanku.
Kamu tau?
Setiap malam aku berpikir tentang keputusanku.
Benarkah aku?
Atau salah? Kamu tau apa yang bisa membuat semuanya lebih baik?
Menangis.
Tapi aku tidak lupa, menangisimu sama saja hal bodoh. Karena apa?
Karena aku tidak mau kamu berdosa.
Karena Allah akan mencatat setiap tetes air mata wanita yang disebabkan oleh pria. Dan pria itu akan mendapatkan akibatnya.
Tidak. Biar saja aku yang begini. Cukup aku.
Oh iya, kamu tau?
Sampai detik ini aku masih disini.
Tapi kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan menganggu.
Biar saja semuanya berlalu dengan bisu.
Karena memang selama ini kita tidak pernah berbicara, kan?
Aku hanya perlu menunggu perasaan aneh ini hilang, dan aku janji, saat itu juga aku akan pergi.
Ya, kepergianku kali ini mungkin akan lama.
Karena lelahku sudah melewati batasnya.
Disaat itu, aku mau kamu tau, ada satu wanita yang pernah menunggumu dengan sabar. Ya, aku.
UNTUK MU
Bunga-bunga telah layu.
Daun-daun enggan berbisik.
Bulan dan bintang menjadi saksi bisu.
Hampanya hati kini kurasa.
Maafkan aku.
Relakan aku pergi.
Lelah sudah aku menangis.
Lelah sudah aku bersabar
Merintih pedih dalam hati.
Puaskah dengan apa yang selama ini kau lakukan?
Biarkan diriku, dengan jalanku sendiri.
Dengan luka dan duka yang ada di hati.
Tempuhlah hidupmu yang baru, tanpa aku.
Yang akan lebih bahagia, jika aku pergi.
Yang akan jauh lebih bebas, jika aku pergi.
Tempuhlah, pergilah. Aku tak apa.
Sabtu, 22 Februari 2014
Aku dan Kamu
Suatu masa yang tak akan pernah tenggelam, Sebuah cerita yang tak tertelan oleh waktu, Sepenggal kenangan yang selalu terukir, Kenangan indah, Aku dan Kamu, Aku bahagia bisa mengenalmu, Aku bahagia pernah hadir sebagai bidadarimu, mengukir kisah demi kisah yang terkotak dalam kenangan indah kini,
biarkanlah kotak cinta ini berubah menjadi kotak persabahatan antara Aku dan Kamu..
Senin, 10 Februari 2014
SEPUTAR tentang Mimisan.
Mimisan memang bisa di bilang tidak membahayakan. Tapi, Yuk kita pelajari te ang apa sih, dan kenapa sih mimisan itu terjadi? Soalnya nih aku juga sering banget mimisin kalo lagi banyak pikiran atau lagi capek. Mimisan atau perdarahan dari hidung disebut juga epistaksis dalam bahasa kedokteran dapat terjadi baik pada anak-anak maupun usia lanjut. Seringkali epistaksis timbul spontan tanpa dapat diketahui penyebabnya.
Mimisan sering merupakan suatu manifestasi penyakit yang lain pada tubuh yang dapat menimbulkan perdarahan dari hidung tersebut.
Penyebab mimisan paling sering karena trauma. Penyebab mimisan lainnya berupa kelainan lokal pada hidung atau kelainan sistemik. Kelainan lokal misalnya trauma, kelainan anatomi, kelainan pembuluh darah, infeksi lokal, benda asing, tumor, pengaruh udara lingkungan. Kelainan sistemik penyebab mimisan seperti penyakit kardiovaskuler, kelainan darah, infeksi sistemik, perubahan tekanan atmosfir, kelainan hormonal dan kelainan kongenital. Berikut penjelasan lebih lanjut penyebab mimisan:
Trauma.
Penyebab mimisan dapat terjadi karena trauma ringan misalnya mengorek hidung, benturan ringan, bersin atau mengeluarkan ingus terlalu keras, atau sebagai akibat trauma yang lebih hebat seperti kena pukul, jatuh atau kecelakaan lalu-lintas. Selain itu juga bisa terjadi akibat adanya benda asing tajam atau trauma pembedahan.
Epistaksis sering juga terjadi karena adanya spina septum yang tajam. Perdarahan dapat terjadi di tempat spina itu sendiri atau pada mukosa konka.
Kelainan pembuluh darah (lokal)
Penyebab mimisan karena kelainan pembuluh darah sering kali merupakan kelainan kongenital atau bawaan, dimana pembuluh darah lebih lebar, tipis, jaringan ikat dan sel-selnya lebih sedikit.
Infeksi lokal
Epistaksis / mimisan bisa terjadi pada infeksi hidung dan sinus paranasal seperti rinitisatau sinusitis. Bisa juga pada infeksi spesifik seperti rinitis jamur, tuberkulosis, lupus, sifilis atau lepra.
Tumor
Epistaksis dapat timbul pada hemangioma dan karsinoma. Yang lebih sering terjadi pada angiofibroma, dapat menyebabkan epistaksis/mimisan berat.
Penyakit kardiovaskuler
Hipertensi / darah tinggi dan kelainan pembuluh darah seperti yang terjadi pada arteriosklerosis, nefritis kronik, sirosis hepatis atau diabetes melitus dapat menyebabkan epistaksis. Epistaksis yang terjadi pada penyakit hipertensi seringkali hebat dan dapat berakibat fatal.
Kelainan darah
Kelainan darah penyebab mimisan / epistaksis antara lain leukemia, trombositopenia, bermacam-macam anemia serta hemofilia.
Kelainan kongenital
Kelainan kongenital yang sering menyebabkan mimisan ialah teleangiektasis hemoragik herediter (hereditary hemorrhagic teleangiectasis Osler-Rendu-Weber disease). Juga sering terjadi padaVon Willenbrand disease.
Infeksi sistemik
Penyakit infeksi sistemik yang sering menyebabkan mimisan ialah demam berdarah (dengue hemorrhagic fever). Demam tifoid, influenzadan morbilli juga dapat disertai mimisan.
Perubahan udara atau tekanan atmosfir
Epistaksis ringan sering terjadi bila seseorang berada di tempat yang cuacanya sangat dingin atau kering. Hal serupa juga bisa disebabkan adanya zat-zat kimia di tempat industri yang menyebabkan keringnya mukosa hidung.
Gangguan hormonal
Mimisan juga dapat terjadi pada wanita hamil atau menopause karena pengaruh perubahan hormonal. Mimisan bisa diatasi kok :) Saat mimisan kalian bisa mengadahkan kepala dalam posisi ke atas. Memberi es batu dingin di bagian hidung. Atau menyumbat dengan menggunakan daun apa ya namanya sirih kalo ga suro kek nya :v. Nah, itu sedikit pembahasan tentang mimisan. Semoga bermanfaat.
Sabtu, 01 Februari 2014
curcol dikit :v
Sungguh! Sabtu yang melelahkan! u.u Pulang sore bingit tadi :3333 Laper. Pulang langsung makan buanyak gak karuan.. Whehe :D Pulang sore grgr ada rapat mingguan OSIS tadi -_- lama bingitt, tadinya cuma bahas pameran aja~ ee.. malah jadi kemana-mana -,- Fyuuuh, tak apalah.. Pusing banget tapi ni kepala. Rasanya mau ambruk seketika. Ah, benerbener lemes ya Allah :"" Gini nih, daya tubuh ini benerbener ga kuat :3
Tapi aku bersyukurlah, disana masih ada orang yang lebih lemah daripada aku. Yauda, tadi cuma sekedar curcol aja. Badan lagi panas bener ini.. u,u So bad o.o
Jumat, 31 Januari 2014
Ku ungkapkan!
25 bulan yang lalu, tepatnya 2 tahun 1 bulan, hari Selasa tanggal 13 Desember 2011 dimana hari itu hari ulangtahunku. aku ingat. Ingat sekali saat kau tbtb mengungkapkan perasaanmu, kamu bilang kalo kamu pengen jadi orang yang teristimewa di hatiku. Sempat ku tak tersadar. Kamu... Mengapa kamu bisa? Kenapa kamu menyukai orang seperti ku? Aku gak yakin saat itu. Tapi, benarbenar waktu itu aku lagi sendiri. Aku tak mencintaimu. Tak aku berfikir suatu saat aku pasti bisa mencintaimu. Hal tergila yang pernah aku lakukan. 14 Desember 2011 kamu menanyakan. Bagaimana tentang perasaanku. Dari lubuk hati, dulu sungguh ku tak pernah mencintaimu.. Aku menerima sebagai wujud untuk menemaniku. Aku berfikir, apa aku bersalah melakukan hal seperti ini? Menerima orang yang mencintai tetapi aku sama sekali tak mencintainya? Setiap malam sebelum tidur aku selalu berdoa agar Tuhan memaafkan berbuatanku ini. Hari hari ku lalui, meski terkadang berat karna aku terus memikirkan hal itu. Aku mulai belajar untuk mencintaimu. Sebenarnya, apa kau tahu? Mengapa aku sangat sulit tuk melakukan hal itu? Aku terpuruk. Aku masih terngiang. Luka. Luka di masa lalu yang membuatku seperti ini. Dimana luka itu sangat sakit dan perih ku rasakan. Aku gak mau luka itu bertambah parah dan membuatku menderita. Tapi, sejujurnya luka itu lamalama sembuh. Saat kehadiranmu yang benarbenar tak ku duga. Dan entah mengapa aku sangat sulit menerimamu pdhl kau telah menyembuhkan luka masa lalu ku :/ Aku berfikir berfikir dan terus berfikir. Setengah tahun aku lalui hari bersamamu, kita tak ada komunikasi. Hanya lewat sms/text lah kita berkomunikasi. Aku berfikir hubungan apa ini? Hubungan text atau yang lain. Aku tersadar skrg aku mulai mempermasalahkan hubungan ini dan kamu. Hatiku mulai berkata, bahwa hatiku sudah mulai membuka untuk mencintaimu. Tp raga ini masih terlalu kaku. Aku berkorban untuk bisa mencintaimu. Satu tahun pun terlewati, hubungan yang hanya sekedar lewat phone ataupun sosmed ini berjalan dgn mulus, lancar, dan ga pernah putus sama sekali. Tiga tahun kita berada di sekolah yang sama, kelas yang sama, dan di dalam ruang yang sama. Tapi kita tak pernah bertegur sapa! Hanya mampu melontarkan senyuman sesaat. Aku berfikir lagi. Apa ini bisa dinamakan hubungan? Entahlah.. Aku pusing dan bisa gila jika memfikirkan terus. Sampai sekarangpun, kita gak pernah berkomunikasi secara langsung TAK PERNAH DAN TAK PERNAH !! Setiap kali kita bertemu, kita selalu saja bersembunyi, saling menghindar satu sama lain. Dulu, aku mengira kamu akan berubah jika kau sudah dewasa dan mengerti. Tapi, ternyata perkiraanku salah besar. Kau masih sama seperti dulu. Aku bingung. Aku sedih. Hal ini yang membuat kembalinya luka ku yang dulu pernah kau sembuhkan. Apa yang membuatmu tak mau dan tak pernah sama sekali berniat untuk berbicara denganku? Apa? Apa kau malu mempunyai seorang kekasih sepertiku? Aku sadar. Aku memang tak secantik orangorang yang mungkin dulu pernah kau sukai. Tpi seharusnya kau tahu dari dulu, kau yang mencintaiku terlebih dahulu, kau yang membuatku mengorbankan hatiku untuk mencintaimu. Apa ini balasanmu terhadapku?? Balasan karna aku dulu tengah berusaha untuk mencintaimu hingga sampai sekarang ini, aku lebih mencintaimu dan menyayangimu lebih dari kau mencintai dan menyayangiku.. Aku ingin bertanya padamu. Kau sekarang jauh dariku. Stlh kita lulus kau melanjutkan sekolahmu disana dan aku disini. Aku tak tahu bagaimana kamu disana. Tapi aku yakin dg segenap kepercayaanku. Dan, satu hal yg tidak membuatku yakin. Apa kau disana mampu menunjukan bahwa aku milikmu? Aku tak yakin. Sungguh tak yakin kau mampu bercerita dg orangorang disana bahwa kau mencintaiku. Aku disini, aku mampu bercerita bahwa aku bangga mempunyai seseorang sepertimu, meski kau selalu mengundang derai air mata dipipiku, meski kau terus menyakiti dan mengecewakanmu. Apa disana kau pun begitu? Jelas. Kurasa tidak. Dan, mungkin itu balasan yang memang harus ku terima darimu. Dua tahun. Dua tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)